New Rice Field Expansion Policy and the Challenges of Protecting Sustainable Agricultural Land in Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.62894/675yv780Keywords:
new rice field expansion; LP2B; sustainable agricultural land; food security; spatial planning; land conversion; Indonesia.Abstract
This study aims to analyze Indonesia’s new rice field expansion policy and the challenges of protecting Sustainable Food Agricultural Land (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan or LP2B). The study focuses on the policy conflict between food production expansion and sustainable agricultural land protection within the framework of spatial planning and food security governance. This research employs a descriptive qualitative approach with a policy analysis and legal-spatial governance perspective. Data were collected through document studies of laws and regulations, official statistics, government policy documents, spatial planning materials, media reports, and relevant academic literature on agricultural land conversion, LP2B protection, food security, and sustainable land governance. The findings show that new rice field expansion may strengthen food production capacity, but it does not automatically solve the continuing loss of productive agricultural land. The policy may become ineffective if newly opened fields are used merely to compensate for the conversion of existing fertile and irrigated rice fields. The study also finds that LP2B protection remains constrained by weak spatial planning integration, land conversion pressure, limited enforcement, and insufficient incentives for farmers and local governments. The contribution of this study lies in framing new rice field expansion as a spatial governance issue, not merely an agricultural extensification program. Food security policy should therefore balance land expansion with stronger LP2B protection, ecological safeguards, spatial consistency, and smallholder farmer protection.
References
Academic Articles and Research Reports
Apriyanto, M., Mulono, A., & Saputra, A. J. (2021). Sosialisasi konsep Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir. PAKMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1). DOI: not available.
Ar-Rozi, A. M., & Pratama, A. Y. (2024). Strategy to accelerate the implementation of sustainable food agricultural land policy in Indonesia. IOP Conference Series / Environmental Planning Proceedings. DOI: not available.
Bahuwa, K. (2023). Analisis kebijakan insentif dalam perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Gorontalo. Universitas Muhammadiyah Gorontalo Repository.
Haris, I. D., Nasution, M. A., & Syafri. (2023). Pengendalian pemanfaatan ruang lahan pertanian berbasis berkelanjutan ketahanan pangan di Kabupaten Soppeng. Urban and Regional Studies Journal, 5(2), 129–133. DOI: 10.35965/ursj.v5i2.2704
Laksana, S. (2020). Some difficulties to protect agricultural land from conversion. Bappenas Working Papers, 3(2), 157–167. DOI: 10.47266/bwp.v3i2.66
Lestari, W., Andriany, E., & Syaputra, M. R. (2023). Evaluasi program cetak sawah baru dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Jambi. Jurnal Khazanah Intelektual, 7(1), 1601–1622. DOI: 10.37250/khazanah.v7i1.190
Muryono, S., & Utami, W. (2020). Pemetaan potensi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan. BHUMI: Jurnal Agraria dan Pertanahan, 6(2), 201–218. DOI: not available.
Muttaqin, Z., Safitri, M. A., & Ramadhani, F. (2024). Agricultural spatial policy and environmental justice in the protection of sustainable food agricultural land. Journal of Law and Sustainable Development. DOI: not available.
Oktiana, U. N., Waluyo, & Nugroho, A. (2020). Pelaksanaan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan berdasarkan regulasi rencana tata ruang. Jurnal Discretie: Jurnal Bagian Hukum Administrasi Negara, 1(1), 16–24. DOI: 10.20961/jd.v1i1.50201
Pratama, A., Amin, M., Asmara, S., & Rosadi, B. (2018). Analisis spasial Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kabupaten Pesawaran. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 7(1), 41–50. DOI: 10.23960/jtep-l.v7i1.41-50
Saifuddin, R. M. S. (2024). Strategi kebijakan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di Kota Sukabumi. Jurnal Media Administrasi Terapan. DOI: not available.
Syaputra, R. (2023). Program evaluasi program cetak sawah baru dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Provinsi Jambi: Evaluation of the new rice field printing program in order to realize food security in Jambi Province. Jurnal Khazanah Intelektual, 7(1), 1601–1622. DOI: 10.37250/khazanah.v7i1.190
Widhiyastuti, A. N., Adjie, E. M. A., Fauzan, A. A., & Supriyadi. (2023). Sustainable food agricultural land preservation at Sleman Regency, Indonesia: An attempt to preserve food security. AgriHealth: Journal of Agri-food, Nutrition and Public Health, 4(1), 41–52. DOI: 10.20961/agrihealth.v4i1.67471
Official Sources and Policy Documents
Badan Pusat Statistik. (2023). Hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2023—Tahap I. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2023). Sensus Pertanian 2023: Jumlah petani pengguna lahan pertanian dan petani gurem menurut wilayah. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2024). Luas panen padi tahun 2024 diperkirakan sebesar 10,05 juta hektare dengan produksi padi sekitar 52,66 juta ton gabah kering giling (GKG). Badan Pusat Statistik.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2025). Pemerintah perkuat pengendalian alih fungsi lahan sawah untuk jaga ketahanan pangan nasional. Kementerian PPN/Bappenas.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Program cetak sawah tahun 2025: Upaya strategis menuju swasembada pangan. Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2025). Setahun pemerintahan Prabowo: Cetak sawah baru 225 ribu hektare, target 480 ribu hektare tahun depan. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Komisi Pemberantasan Korupsi. (2025). Menjaga ketahanan pangan nasional, KPK kawal pengendalian alih fungsi lahan sawah. Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2025). Buku saku penyuluh kegiatan cetak sawah tahun 2025. Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
IPB University. (2025). Pakar IPB University: Tiga juta hektare sawah di Indonesia belum dilindungi secara formal. IPB University.
Laws and Regulations
Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Republik Indonesia. (2011). Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.
Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2012 tentang Insentif Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah.
Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan.
Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 12 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Verifikasi Data Lahan Sawah terhadap Data Pertanahan dan Tata Ruang, Penetapan Peta Lahan Sawah yang Dilindungi, dan Pemberian Rekomendasi Perubahan Penggunaan Tanah pada Lahan Sawah yang Dilindungi.
Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 tentang Penetapan Peta Lahan Sawah yang Dilindungi pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, dan Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Republik Indonesia. (2025). Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2025–2029.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Marzuki (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








